Apa Itu Peer To Peer Lending ?

Apa Itu Peer To Peer Lending ?

Peer-to-peer lending atau P2P lending, adalah kegiatan pinjam meminjam antar perseorangan. Praktisi ini sudah lama berjalan dalam bentuk yang berbeda, seringkali dalam bentuk perjanjian informal.

Dengan berkembangnya teknologi dan e-commerce, kegiatan peminjaman turut berkembang dalam bentuk online dalam bentuk platform serupa dengan e-commerce. Dengan itu, seorang peminjam bisa mendapatkan pendanaan dari banyak individu.

Dalam peer lending, kegiatan dilakukan secara online melalui platform website dari berbagai perusahaan peer lending. Terdapat berbagai macam jenis platform, produk, dan teknologi untuk menganalisa kredit. Peminjam dan pendana tidak bertemu secara fisik dan seringkali tidak saling mengenal.

Peer lending tidak sama dan tidak bisa dikategorikan dalam bentuk-bentuk institusi finansial tradisional: himpunan deposito, investasi, ataupun asuransi. Karena itu, peer lending dikategorikan sebagai produk finansial alternatif.

Pinjaman Peer Lending

  1. Pinjaman peer lending lazimnya adalah pinjaman pribadi tanpa agunan, dengan nominal yang lebih tinggi dipinjamkan ke usaha-usaha yang berkembang. Ada juga produk-produk lainnya yang menawarkan pinjaman edukasi, properti, payday, factoring, dan leasing.
  2. Beberapa platform Peer lending juga menawarkan pinjaman dengan agunan berupa barang-barang bernilai tinggi seperti properti dan perhiasan. Akan tetapi, model ini relatif masih lebih sedikit karena lebih sulit diterapkan dalam skala besar.

Legal

  1. Peer lending adalah produk yang sangat baru di Indonesia dan juga negara-negara ASEAN lainnya. Pemerintah masih belum membuat peraturan khusus untuk industri ini. Tetapi, industri ini sudah diperhatikan potensi-nya, dan OJK sudah memulai persiapan untuk membentuk pengawasan yang formal.
  2. Untuk sementara ini, platform peer lending membentuk usaha dan produk mereka dalam lingkup peraturan yang sudah ada. Terkadang ada juga yang dibentuk dengan interpretasi yang cukup liberal.

Proses Aplikasi

  1. Proses aplikasi pinjaman peer lending lazimnya mengikuti proses berikut. Peminjam masuk ke website, registrasi dan mengisi form aplikasi. Platform kemudian memverifikasi dan menganalisa kualifikasi pinjaman tersebut. Pinjaman yang berhasil lolos di posting di website di mana pendana bisa memberikan komitmen dana untuk pinjaman itu.
  2. Ada beberapa cara yang di adopsi berbagai platform peer lending untuk mencocokkan peminjam dengan pendana. Beberapa platform bahkan tidak melakukan analisa kredit dan memakai reputasi online sebagai kriteria utamanya. Ada juga yang memakai jasa pihak ketiga untuk melakukan cek dan analisa terhadap peminjam.

Transaksi di Peer Lending

Terdapat tiga macam transaksi yang dipakai di platform peer lending:

  1. Marketplace
    Di model marketplace, peminjam dan pendana bebas memilih suku bunga. Pinjaman dibuka untuk proses lelang selama beberapa hari dan peminjam menentukan suku bunga indikatif. Pendana bebas untuk memasukkan tawaran dengan suku bunga dan jumlah tertentu.
    Pada akhir lelang, sistem akan mengambil total jumlah yang diinginkan oleh peminjam dengan prioritas bagi tawaran-tawaran yang terbaik. Sisa tawaran lainnya dikembalikan ke pendana. Suku bunga yang dibayarkan oleh peminjam adalah rata-rata dari total tawaran yang diterima.
    Model ini biasanya juga memberikan peminjam hak untuk menutup lelang lebih awal apabila sudah terkumpul dana yang cukup. Syaratnya adalah ia menyanggupi rata-rata suku bunga dari tawaran yang sudah masuk, yang seringkali lebih tinggi dari bunga indikatif di awal.
  2. Bunga Tetap
    Pada model ini Platform menentukan suku bunga untuk setiap pinjaman berdasarkan tingkat risiko. Pendana bebas untuk membeli nominal pecahan dari pinjaman tersebut sampai terkumpul dana yang diminta.
    Model ini mengasumsi bahwa Platform memiliki kemampuan yang lebih baik dari pendana untuk menganalisa risiko kredit peminjam. Karena bunga sudah ditentukan, pinjaman bisa selesai proses pengumpulan dana lebih cepat dari model Marketplace.
  3. Pengelola Dana
    Dalam model ini para pendana memberikan Platform kuasa untuk mengelola dana miliknya, yang dikelola sebagai satu kesatuan. Platform kemudian menentukan pinjaman yang layak mendapatkan pendanaan dan suku bunga-nya.
    Di Indonesia model ini hanya bisa dilaksanakan oleh Platform yang memiliki ijin Perusahaan Manajer Investasi dari OJK. Keuntungan dari model ini adalah pendanaan bisa diselesaikan lebih cepat dan para pendana tidak perlu repot mengatur alokasi dana mereka.

Selengkapnya : https://koinworks.com/invite/58227

Sumber : Koinworks.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *